Posted on 08 Jan 2018
Guna meningkatkan potensi objek wisata Jollong, Pemkab Pati menjalin kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Dalam MoU yang ditandatangani kedua belah pihak ini, Pemkab mendapatkan hak sekaligus juga kewajiban. "Kewajiban Pemkab adalah memfasilitasi jalan infrastruktur sedangkan hak Pemkab yaitu memperoleh retribusi 10%", terang Bupati Pati Haryanto di acara penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, Senin (8/1).
Meski di awal masih merugi, Bupati berharap semua pihak terkait tetap semangat dalam mengembangkan wisata di Pati khususnya di Agrowisata Kebun Jollong tersebut.
"Yang jelas garis besar kesepakatan dalam MoU adalah untuk membangun kebersamaan dalam pengembangan wisata agro Kebun Jollong sekaligus juga untuk meningkatkan pembangunan dan wisata daerah", terang Haryanto.
Dalam kesempatan ini Bupati Haryanto selaku kepala daerah juga mengatakan akan terus berusaha membuat Pati menjadi daerah tujuan wisata bukan sekedar untuk transit saja. "Kini wisata di Pati mulai ramai dikunjungi wisatawan seperti Kebun Jollong ini yang pada tahun 2017 pengunjungnya telah mencapai 180 ribu wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar daerah.
Selain menjadi agro wisata, Kebun Jollong ini juga telah banyak menyerap tenaga kerja utamanya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berasal dari desa-desa sekitarnya. "Tadinya di sini tak ada PKL namun kini sudah ada 70 PKL", terang Haryanto.
Menanggapi pernyataan Bupati, Direktur PTPN IX Kebun Jollong Iswahyudi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab yang telah mendukung kebun Jollong baik dari segi pariwisata maupun dalam hal pengembangan tanaman perkebunan meski hasil untuk Pemkab sendiri masih belum seberapa dan cenderung merugi.
Dikemukakan Iswahyudi, bahwasanya Kebun Jollong memiliki lahan seluas 527,63 hektar dimana 16 hektarnya merupakan tanaman buah naga dan sisanya dominan tanaman kopi dan sejenisnya. (fn4 /FN /MK)